RiskaNur
Total Tayangan Halaman
Minggu, 24 Februari 2019
Rabu, 20 Februari 2019
kawasan mangrove menco
Keindahan Kawasan Mangrove Menco Demak
GEMERICIK air dan deru suara diesel perahu motor terdengar menyatu ketika perahu yang ditumpangi Bupati Demak HM Natsir, relawan PMI, anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) bersama sejumlah kepala dinas menyusuri kawasan mangrove Desa Berahan Wetan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Disela rerimbunan mangrove, beberapa warga nampak memancing ikan. Ada pula yang menjaring dari atas perahu.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, rombongan pun sampai di Pantai Tirang. Sebuah pantai berpasir putih yang bersih dan memanjang ke Utara. Di sisi Selatan, nampak ribuan mangrove dengan tinggi sekitar satu meter terhampar dan sesekali bergoyang karena dihempas ombak.
''20 tahun yang lalu, kawasan yang kini ditanami mangrove adalah tambak milik warga, tetapi abrasi telah menenggelamkannya. Penanaman mangrove ini upaya untuk mengatasi abrasi yang lebih luas. Juga membuat musibah menjadi berkah, karena tempat ini secara resmi menjadi ekowisata baru di Kabupaten Demak,'' tutur Natsir.
Natsir pun berharap, paska diresmikannya ekowisata tersebut, pihaknya bersama masyarakat akan terus mengembangkan dengan menambah infrastruktur seperti tempat parkir pengunjung, maupun perbaikan jalan. Masyarakat pun dapat kembali mengembangkan budidaya udang maupun kepiting.
Tinjauan tanaman mangrove itu merupakan rangkaian Peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional serta Penandatangan Prasasti Peresmian Kawasan Konservasi Mangrove Program Pertama PMI Kabupaten Demak di Dukuh Menco, Desa Berahan Wetan, Kecamatan Wedung.
Ketua PMI Kabupaten Demak, Singgih Setyono menjelaskan, dari target penanaman mangrove sebanyak 75 ribu, justru yang sudah tertanam mencapai 90 ribu mangrove. Tingkat kesuksesannya pun mencapai angka 96 persen hingga 98 persen.
''Selain penanaman mangrove, melalui kelompok Sibat, kami memberikan pelatihan penanggulangan bencana, kapasitas SDM, pelatihan pengelolaan pesisir secara terpadu, serta pelatihan mata pencaharian alternatif,'' katanya.
Program yang dilaskanakan di Desa Berahan Wetan, Babalan, dan Kedungmutih yang tiga-tiganya berlokasi di Kecamatan Wedung, itu juga telah menciptakan kerjasama untuk membeli mobil untuk angkutan wisatawan. Melalui Sibat pula, ia berharap tim itu memberikan kampanye kesiapsiagaan bencana, advokasi kebijakan di kawasan pesisir, serta membantu pemerintah desa dalam upaya perlindungan mangrove.
''PMI dan Sibat disini tidak hanya kegiatan donor darah dan tim dapur umum, tapi juga jadi water rescue, membantu sesama, serta menjadi pelopor dalam pengembangan pariwisata,'' harapnya.
Singgih menambahkan, dibuatnya destinasi ekowisata itu didapat melalui proses kerjasama PMI Kabupaten Demak dengan American Red Cross dan USAID yang secara khusus membantu daerah yang memiliki masalah abrasi dan lingkungan.
''Ke depan, kita akan tambah fasilitas kuliner eksklusif di atas karamba, dengan menu kepiting, udang dan kerang. Nanti yang mengelola ya masyarakat melalui Tim Sibat. Masyarakat juga diuntungkan dengan pembuatan bibit mangrove yang juga nantinya dijual kembali,'' paparnya. (KS)https://riskanur12.blogspot.com/2019/02/keindahan-kawasan-mangrove-menco-demak.html
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, rombongan pun sampai di Pantai Tirang. Sebuah pantai berpasir putih yang bersih dan memanjang ke Utara. Di sisi Selatan, nampak ribuan mangrove dengan tinggi sekitar satu meter terhampar dan sesekali bergoyang karena dihempas ombak.
''20 tahun yang lalu, kawasan yang kini ditanami mangrove adalah tambak milik warga, tetapi abrasi telah menenggelamkannya. Penanaman mangrove ini upaya untuk mengatasi abrasi yang lebih luas. Juga membuat musibah menjadi berkah, karena tempat ini secara resmi menjadi ekowisata baru di Kabupaten Demak,'' tutur Natsir.
Natsir pun berharap, paska diresmikannya ekowisata tersebut, pihaknya bersama masyarakat akan terus mengembangkan dengan menambah infrastruktur seperti tempat parkir pengunjung, maupun perbaikan jalan. Masyarakat pun dapat kembali mengembangkan budidaya udang maupun kepiting.
Tinjauan tanaman mangrove itu merupakan rangkaian Peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional serta Penandatangan Prasasti Peresmian Kawasan Konservasi Mangrove Program Pertama PMI Kabupaten Demak di Dukuh Menco, Desa Berahan Wetan, Kecamatan Wedung.
Ketua PMI Kabupaten Demak, Singgih Setyono menjelaskan, dari target penanaman mangrove sebanyak 75 ribu, justru yang sudah tertanam mencapai 90 ribu mangrove. Tingkat kesuksesannya pun mencapai angka 96 persen hingga 98 persen.
''Selain penanaman mangrove, melalui kelompok Sibat, kami memberikan pelatihan penanggulangan bencana, kapasitas SDM, pelatihan pengelolaan pesisir secara terpadu, serta pelatihan mata pencaharian alternatif,'' katanya.
Program yang dilaskanakan di Desa Berahan Wetan, Babalan, dan Kedungmutih yang tiga-tiganya berlokasi di Kecamatan Wedung, itu juga telah menciptakan kerjasama untuk membeli mobil untuk angkutan wisatawan. Melalui Sibat pula, ia berharap tim itu memberikan kampanye kesiapsiagaan bencana, advokasi kebijakan di kawasan pesisir, serta membantu pemerintah desa dalam upaya perlindungan mangrove.
''PMI dan Sibat disini tidak hanya kegiatan donor darah dan tim dapur umum, tapi juga jadi water rescue, membantu sesama, serta menjadi pelopor dalam pengembangan pariwisata,'' harapnya.
Singgih menambahkan, dibuatnya destinasi ekowisata itu didapat melalui proses kerjasama PMI Kabupaten Demak dengan American Red Cross dan USAID yang secara khusus membantu daerah yang memiliki masalah abrasi dan lingkungan.
''Ke depan, kita akan tambah fasilitas kuliner eksklusif di atas karamba, dengan menu kepiting, udang dan kerang. Nanti yang mengelola ya masyarakat melalui Tim Sibat. Masyarakat juga diuntungkan dengan pembuatan bibit mangrove yang juga nantinya dijual kembali,'' paparnya. (KS)https://riskanur12.blogspot.com/2019/02/keindahan-kawasan-mangrove-menco-demak.html
Jumat, 15 Februari 2019
cara pola makan sehat
https://riskanur12.blogspot.com/2019/02/cara-pola-makan-sehat_15.html

Tips Memperbaiki Pola Makan Anda
Memiliki tubuh yang sehat dan bugar bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan jika Anda selalu menerapkan pola hidup sehat setiap hari. Pola hidup sehat dapat dilakukan dengan cara mengatur pola makan yang sehat. Nah, berikut ini adalah beberapa tips dalam menjaga pola makan yang baik untuk kesehatan:
- Jangan Tinggalkan Sarapan

Sarapan memang sangat wajib dilakukan. Hal ini disebabkan karena makanan yang kita konsumsi di pagi hari akan menjadi energi yang sangat kita butuhkan saat melakukan aktivitas sehari-hari. Jika tidak melakukan sarapan pagi, maka tubuh akan kekurangan asupan energi yang mengakibatkan tubuh menjadi kurang bugar dan fit.
- Perbanyak Konsumsi Air Putih
Mengonsumsi air putih secara cukup memang menjadi hal yang sangat vital dan tidak boleh ditinggalkan. Kita tahu bahwa sebagian besar tubuh manusia tersusun oleh air. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa tubuh tidak kekurangan cairan dengan cara rutin mengonsumsi air putih minimal 8 gelas sehari.
- Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur

Buah dan sayur merupakan menu makanan yang memiliki seribu manfaat bagi tubuh. Hal ini disebabkan karena buah dan sayur mengandung berbagai nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan. Dengan mengonsumsi buah dan syur secara rutin setiap hari, maka tubuh akan terasa lebih segar dan bugar.
- Konsumsi Makanan dengan Kandungan Lemak yang Baik
Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak juga perlu untuk dilakukan. Namun, pastikan bahwa lemak yang terkandung di dalam makanan yang kita konsumsi adalah jenis lemak yang baik. Makanan dengan kandungan lemak omega 3 sangatlah baik untuk menjaga kesehatan jantung, mencegah penurunan kerja otak, serta dapat memperbaiki mood.
- Hindari Makanan Rendah Gizi

Salah satu kebiasaan buruk yang sangat sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah mengonsumsi makanan-makanan yang rendah gizi dan cenderung menjadi pemicu terbentuknya penyakit di dalam tubuh. Mengonsumsi gorengan, snack, junk food memang sangat enak dan nikmat. Namun, kenikmatan tersebut hanyalah sesaat karena justru akan memberikan efek buruk bagi kesehatan.
Nah, itulah langkah-langkah sederhana dalam mengatur pola makan yang sehat. Sangat sederhana dan mudah dilakukan bukan? Jadi, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menunda-nunda menerapkan pola makan yang sehat sehari-hari. Dengan menerapkan tips pola makan sehat untuk kesehatan tersebut, maka tubuh kita akan lebih terjaga kesehatannya dan juga dapat terhindar dari berbagai jenis penyakit yang biasanya disebabkan karena pola makan yang buruk. Yuk, sayangi tubuhmu dengan menjaga pola makan yang sehat!
Langganan:
Postingan (Atom)





